Pak Barrack Obama, dalam suatu kesempatan dengan perwakilan anak muda dari negara-negara bagian Amerika, pernah menyampaikan sebuah pesan yang membuat saya merenung panjang (hingga detik ini)

“Pola pikir kita jangan ‘saya mau menjadi apa atau jabatan apa yang ingin kita capai kedepannya’! Tapi ubah pola pikir ‘masalah apa yang ingin kita selesaikan kedepannya’!

Contoh, menemukan permasalahan di bidang energi. Kalian tidak harus menjadi menteri untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jika tidak menjadi menteri, kalian tetap bisa push pemerintah melalui advokasi dan banyak hal. Ingat. Mindset nya adalah permasalahan apa.

Jika mindset kalian jabatan atau title, ketika kalian sudah menjadi menteri atau presiden, sedangkan kalian tidak memiliki dasar permasalahan atau motivasi yang kuat dalam menyelesaikan permasalahan, yang justru tercipta adalah politisi-politisi sebagaimana yang kalian lihat dewasa ini.” (1)

Sangat sulit bagi saya untuk mengubah persepsi ini. Sejak kecil dididik di lingkungan

“Besok mau jadi apa?”

“Cita-cita apa?”

“Oh dokter! Oh tentara! Oh insinyur!”

Mindset yang terbentuk begitu.

Perjalanan saya pekan lalu mengunjungi Surabaya dan Malang juga mengisyaratkan yang sama.

Ketika diskusi dan sembari membenahi pola pikir ibu notaris dan bapak Uber mengenai fisika dan problematika riset dan pendidikan tinggi, mereka begitu terkejut dengan fisika itu ternyata sangat luas dan diujung pertemuan mendoakan agar saya di kemudian hari menjadi menteri.

Saya hanya bisa menjawab ‘Aamiin’. Saya teringat pesan pak Obama diatas, saya harus mengubah mindset. Bukan jabatan atau title, tapi permasalahan.

Yang menjadikan seseorang hebat bukan lantaran jabatan, tapi permasalahan yang dia selesaikan sebagai nawacita karyanya.

Ingat kisah John Nash saat Ph.D? John Nash menyelesaikan permasalahan ‘governing dynamics’ yang akhirnya menjadi ‘game theory’ dan menjadi mahakarya-nya.

Saat ini permasalahan yang ingin saya selesaikan mungkin memang belum terlalu jelas, tapi saya dapat merasakan semakin hari, semakin saya banyak membaca, mencari, dan merenung, permasalahan yang harus diselesaikan itu semakin nampak.

View on Path

Advertisements