Bersama-sama kami membangun dakwah di SMA, menuntut ilmu bersama, berdiskusi, bergantian menjadi imam, saling mengingatkan, belajar dan bermain bersama. Penghujung tahun pun datang, kami disibukkan oleh kegiatan belajar menuju perguruan tinggi yang diinginkan masing-masing. Intensitas bertemu berkurang drastis, jarang bertemu di majelis ilmu, solat di tempat masing-masing. Pengumuman itu pun datang, dengan rahmat Allah kami melanjutkan ke tempat-tempat yang semoga Allah memberikan kami ilmu dan kebermanfaatan.

Akan tetapi.

Semua itu telah berubah.

Kudengar engkau telah berubah. Kulihat dengan mataku sendiri engkau telah berubah. Risalah-risalah yang dulu gigih engkau perjuangkan, saat ini lenyap. Sunnah-sunnah yang dahulu engkau junjung tinggi, hari ini telah luput. Gaung dakwah yang engkau syiarkan dahulu begitu nyaring, saat ini tidak terdengar.

Ku tak percaya melihat engkau saat ini, menghadiri acara-acara yang bahkan dirimu yang dahulu menentangnya! Apa yang terjadi dengan dirimu?!

Apakah karena kesibukan kuliah? Apakah kesibukan organisasi? Apakah kesibukan kepanitiaan? Apakah karena kesibukan sosial media Facebook, Twitter, tumblr, instagram, path?

Dahulu engkau seorang pejuang dakwah yang kukagumi, saat ini engkau hanyalah pengemban risalah yang telah gugur dengan kematian yang tidak diharapkan.

Kembalilah kepada jalan yang hanif, temanku!

Advertisements