Hari ini kami mendapat sebuah pelajaran yang sangat berharga dari perjalanan menuju salah satu pondok pesantren di Gunung Kidul, Yogyakarta. Daerah ini dan sekitarnya sangat membutuhkan uluran tangan kita dalam segi pangan, sandang, bahan bacaan, dsb. Terasa sedih dan sakit menyayat di hati kami ketika mendengar cerita mudahnya satu keluarga berpindah ke agama lain hanya dengan tawaran bahan makanan. Terasa pedih di hati kami ketika mendengar cerita sebuah keluarga, dimana ada anak bernama Faathimah, ketika ditanya,”Tadi pagi sarapan apa?” Faathimah membalas,”Habis sarapan guk-guk (re: Anjing)”. Miris di hati kami ketika berjalan menemukan pohon beringin besar dimana terdapat bekas-bekas sesajen-sesajen. Masyarakat untuk pergi solat jumat saja begitu susah. Malah masih ada yang memancing ketika waktu jumat akan masuk. Benar, benar jika dikatakan ada masjid. Tapi tengoklah! Masjid-masjid sepi dari ibadurrahman! Tengoklah pekuburan yang jelas menyelisihi sunnah nabi Muhammad! Akankah dakwah tauhid bukan prioritas kita?!

Ya Allah, turunkanlah kemudahan islam agar dapat diterima di masyarakat tersebut.

Advertisements